Dosen: Dra. Yasnimar Ilyas, M.SI.
Matakuliah: Kewirausahaan (3 sks)
Setelah kita mengetahui betapa pentingnya nilai sebuah usaha, maka langkah selanjutnya adalah membuat sebuah perencanaan yang matang mengenal bisnis / usaha apa yang kita jalani. Apa itu produk dalam bentuk barang ataupun pelayanan jasa.
PENGERTIAN DARI BUSINESS PLAN
Basic dari sebuah usaha yang akan dijalankan adalah adanya business plan atau perencanaan dalam membangun sebuah usaha. Business plan adalah kumpulan dokumen yang menyatakan keyakinan akan kemampuan sebuah bisnis untuk menjual barang ataupun jasa dengan menghasilkan profit yang tinggi dan menarik bagi investor, untuk menanamkan modalnya kepada perusahaan kita.
Didalam perencanaan ini dibutuhkan perincian-perincian yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk jangka pendek dan jangka panjang.
Perincian itu mencangkup :
1. Manajerial perusahaan, kejelasan dalam tatanan kinerja perusahaan.
2. Keadaan fisik dari sebuah bangunan yang kita tempati.
3. Pegawai, tenaga kerja staff.
4. Produk yang kita hasilkan.
5. Sistem informasi mengenai market perusahaan.
6. Rincian Rugi/Laba.
7. Perhitungan neraca.
8. Prediksi Cash Flow untuk 2 tahun ke depan.
9. Strategi yang digunakan perusahaan dalam pencapaian tujuan perusahaan.
Perencanaan itu begitu penting dalam mendirikan sebuah perusahaan. Pentingnya perencanaan yaitu :
1. Untuk memulai usaha baru, biasanya dimulai dari usaha-usaha kecil yang selanjutnya menjadi usaha besar, agar apabila terjadi benturan, tekanan, goncangan didalam bisnis tidak akan terjadi kepanikan yang bisa mengakibatkan sebuah kegagalan.
2. Memulai usaha dalam bentuk usaha kecil, akan memberikan pengalaman demi pengalaman dalam mengelola usaha sehingga membentuk fundamental bisnis yang kuat sebelum kita mengarah ke bisnis yang lebih besar dibandingkan yang pertama.
3. Dalam membuka usaha baru suatu hal yang mustahil apabila kita mempunyai perencanaan yang matang.
4. Rencana tertulis, walaupun sederhana perlu dilakukan karena keterbatasan otak kita dalam menampung segala kemauan yang ada dan tidak mencatatnya, padahal pencatatan itu sangatlah berarti dalam sebuah usaha.
5. Apabila seorang usahawan melakukan perencanaan tertulis secara minimal telah memikirkan :
a. jenis usaha apa yang akan dijalankan;
b. mengapa anda memilih usaha tersebut;
c. di mana tempat/lokasi kerja yang di perlukan;
d. siapa saja sasaran-sasaran penjualan anda;
e. dari mana sumber modalnya;
f. perlukah kita mempunyai mesin tersebut untuk kelancaran bisnis anda;
g. berapa pegawai yang akan anda pekerjakan dan lain-lain.
6. Suatu perencanaan bisnis yang dibuat secara tertulis dan resmi guna menjalankan perusahaan (business plan) merupakan perangkat untuk memegang kendali perusahaan dan menjaga agar fokus usaha perusahaan tidak menyimpang.
Business plan sebagai langkah utama dalam membangun usaha, karena :
1. Untuk menyatakan bahwa anda sebagai pencetus utama dan sekaligus memegang kendali dalam usaha tersebut, sehingga meyakini akan orang/pihak lain yang ingin berkerjasama dengan kita bahwa usaha yang akan kita jalankan membawa keuntungan.
2. Agar dapat memenej/mengatur dan membentuk kerjasama dengan perusahaan-perusahaan lain yang sudah saling menguntungkan bagi produsen,supplier ataupun badan usaha lainnya.
3. Dapat merekrut tenaga-tenaga ahli yang potensial untuk ikut bergabung dalam proses kinerja perusahaan setelah mengetahui dari rencana perusahaan yang kita tuangkan di dalam Business plan.
4. Memberi keyakinan kepada calon pembeli,customer perusahaan agen, retailer, distributor untuk diajak bergabung (merger/join venture), apabila kita bermaksud menjual, membeli bahan baku, atau berkerjasama dengan perusahaan lain.
5. Dapat memberikan pengarahan kepada setiap individu dalam perusahaan untuk mempunyai konsisten dalam berpijak dalam business plan yang telah kita buat sehingga apabila perusahaan mengembangkan usahanya, dan mempunyai kompleksitas permasalahan, maka para karyawan dapat memfokuskan diri mereka ke arah tujuan yang di kehendaki perusahaan.
Selain itu usahawan juga bisa menemukan kegagalan dalam membuat perencanaan bisnis, mengapa demikian…? Jawabnya karena disebabkan oleh :
1. Tujuan yang telah ditentukan dan menjadi sebuah ketetapan tidak akseptabel.
2. Usahawan kurang memiliki rasa responbility terhadap usaha yang dijalaninya.
3. Usahawan tersebut tidak memiliki pengalaman dan pengetahuan serta wawasan dalam ilmu perencanaan bisnis dan manejerial.
4. Usahawan tersebut kurang tanggap dalam mencermati ancaman dan kelemahan bisnisnya.
5. Konsumen tidak dapat menerima barang ataupun jasa yang ditawarkan oleh kita.
Jumat, April 18, 2008
Perencanaan Bisnis (Business Plan)
Kamis, April 03, 2008
Imbalan dan Tantangan Berwirausaha
Dosen : Dra. Yasnimar Ilyas, M.Si.
Imbalan yang didapat dari berwirausaha dapat dikatagorikan kedalam 3 katagori dasar yaitu : laba, kebebasan, dan kepuasan dalam menjalani.
Gambar 1
Imbalan berupa laba
Imbalan berupa laba adalah motivasi yang lebih kuat bagi wirausaha. Wirausaha mengharap hasil yang tidak hanya mengganti kerugian waktu dan uang yang mereka investasikan, tapi juga memberikan imbalan yang pantas bagi risiko dan inisiatif yang mereka ambil dalam mengoperasikan bisnis mereka sendiri.
Imbalan berupa Kebebasan
Kebebasan untuk menjalana secara bebas perusahaannya merupakan imbalan lain bagi seorang wirausaha. Survai yang dilakukan pada bisnis berskala kecil di tahun 1991 menunjukan bahwa 38 % dari orang-orang yang meninggalkan perkerjaan di perusahaan lain karena mereka ingin menjadi bos atas perusahaannya sendiri. Seperti wirausaha ini, banyak dari kita mempunyai keinginan yang kuat untuk membuat keputusan kita sendiri, mengambil risiko dan memungut imblaan yang ada. Menjadi satu-satunya bos di perusahaan mereka adalah ide yang menarik.
Beberapa wirausaha menggunakan kebebasannya untuk menyusun kehidupan dan perilaku kerja pribadinya secara fleksibel.
Imbalan Berupa Kepuasan Menjalani Hidup
Wirausaha sering kali menyatakan kepuasan yang mereka dapatkan dalam menjalankan bisnisnya sendiri. Kadang beberapa orang mengatakan bahwa pekerjaan yang mereka lakukan merupakan suatu keceriaan. Kenikmatan yang mereka dapatkan mungkin berasal dari kebebasan mereka, tapi dari kenikmatan tersebut merefleksikan pemenuhan kerja pribadi pemilik pada barang dan jasa perusahaan.
TANTANGAN BERWIRAUSAHA
Meskipun imbalan dalam kewirausahaan menggiurkan, tapi ada juga biaya yang berhubungan dengan kepemilikan bisnis tersebut. Memulai dan mengoperasikan bisnisnya sendiri, biasanya memerlukan kerja keras, menyita waktu, dan membutuhkan kekuatan emosi. Wirausaha mengalami tekanan pribadi yang tidak menyenangkan seperti kebutuhan untuk menginvestasikan lebih banyak waktu dan tenaganya. Banyak wirausaha ,menggambarkan kariernya menyenangkan, tetapi sangat menyita segalanya.
Kemungkinan gagal dalam bisnis adalah ancaman yang selalu ada bagi wirausaha. Tidak ada jaminan kesuksesan. Wirausahan harus menerima berbagai risiko yang berhubungan dengan kegagalan bisnis. Tidak seorangpun yang ingin gagal, tetapi selalu ada kemungkinan bagi orang yang memulai suatu bisnis.
KARAKTERISTIK WIRAUSAHA
1. KEBUTUHAN AKAN KEBERHASILAN
Tiap orang berbeda dalam tingkat kebutuhan akan keberhasilannya. Orang yang memiliki tingkat kebutuhan keberhasilan yang rendah, terlihat puas dengan status yang dimilikinya. Pada sisi yang lain, orang dengan tingkat kebutuhan keberhasilan yang tinggi senang bersaing dengan standar keunggulan dan memilih untuk bertanggung jawab secara pribadi atas tugas yang dibebankan padanya.
2. KEINGINAN UNTUK MENGAMBIL RISIKO
Risiko yang diambil oleh wirausaha di dalam memulai dan/atau menjalankan bisnisnya berbeda-beda. Dengan menginvestasikan uang miliknya, mereka mempertaruhkan kariernya. Tekanan dan waktu yang dibutuhkan untuk memulai dan menjalankan bisnisnya juga mendatangkan risiko bagi keluarganya. Dan wirausaha yang mengidentifikasikan secara teliti kegiatan bisnis istimewanya, menerima risiko fisik sebagaimana mereka menghadapi kemungkinan terjadinya kegagalan.
3. PERCAYA DIRI
Orang yang memiliki keyakinan pada dirinya sendiri merasa dapat menjawab tantangan yang ada didepan mereka. Mereka mempunyai pemahaman atas segala jenis masalah yang mungkin muncul. Penelitian menunjukan bahwa banyak wirausaha yang sukses adalah orang yang percaya pada diri sendiri, yang mengakui adanya masalah di dalam peluncuran perusahaan baru, tapi mempercayai kemampuan dirinya untuk mengatasi masalah tersebut.
4. KEINGINAN KUAT UNTUK BERBISNIS
Banyak wirausaha memperhatikan tingkat keingintahuannya yang dapat disebut sebagai keinginan kuat untuk berbisnis dengan tujuan apapun, menciptakan ketabahan dan kemauan untuk bekerja keras.
Manfaat dan Tantangan Berwirausaha
Mata kuliah : Kewirausahaan
Dosen : Dra. Yasnimar Ilyas, M.Si.
Manfaat wirausaha adalah :
a. menambah lapangan kerja
b. mempunyai peluang untuk mengoptimalkan diri, karena dengan berwirausaha diri kita akan terpacu untuk menjadi lebih baik dari yang sekarang ini.
c. adanya peluang untuk mencapai keuntungan dengan maksimal yang semuanya di dapat dari hasil kerja keras kita.
d. menunjukan bahwa diri kita mampu menjadi pemimpin, yang dapat memanaj semua aspek-aspek perusahaan
e. mempunyai peluang untuk dapat membantu masyarakat dengan usaha yang konkret atau jelas kegiatan usahanya.
Tantangan yang dialami oleh para wirausahaan :
a. memperoleh pendapatan yang tidak menentu, karena pendapatan yang didapat tergantung pada fluktuasi permintaan pelanggan yang diperkirakan tidak tetap.
b. segala resiko yang terjadi dipikul oleh mereka.
c. wirausahawan dituntut bekerja keras.
d. wirausahawan dituntut menghemat pengeluaran, memperbesar pendapatan.
Keistimewaan yang dimiliki Wirausahawan dalam pribadinya :
1. Kemampuan yang tinggi dalam menganalisis
2. Dapat membangun Net Working
3. Menjalin Hubungan
4. Pintar dalam Bernegosiasi
5. Mengetahui situasi penjualan
6. Mengelola Finansial
Langkah-langkah yang harus dikembangkan untuk menjadi wirausahawan :
1. Spirit Process ; bakat penunjang dalam diri kita, memacu semangat dalam mencapai keberhasilan.
a. Personal : ide yang didukung oleh teman, famili, pengalaman dan umur.
b. Lingkungan : keadaan ekonomi, lapangan kerja, SDM yang banyak tersedia, dan beberapa peraturan pemerintah.
2. Innovation Process ; pengembangan ide kreatif, dan mempunyai penemuan-penemuan dalam berwirausaha, atau peluang yang dapat dimanfaatkan untuk membuka usaha.
a. Personal : keinginan untuk berprestasi, dan pendidikan.
b. Lingkungan : adanya peluang dan ide kreatif dalam mengembangkan hal-hal baru.
3. Trigenering Event Process ; pemicu dari keinginan mereka untuk membuka usaha sendiri.
a. Personal : ketidakpuasan akan penghasilan yang didapat dari perusahaan tempat dimana mereka bekerja, PHK, tidak adanya pekerjaan lain yang dapat dikerjakan
b. Lingkungan :persaingan, modal dan bangunan strategis.
4. Implementation Process ; proses dari sebuah pelaksanaan yang didapat.
a. Personel :
- Kesiapan mental yang tegar dan mantap
- Mempunyai visi dan misi yang dibawa untuk masa depan yang akan dicapai.
- Mempunyai Komitmen yang tinggi.
b. Environment : tersedianya manajer pembantu sebagai asisten dalam membantu memenej semuanya dan SDM yang capable
5. Growth Process ; proses untuk menumbuhkembangkan perusahaan.
a. Personal : produk yang baik, organisasi yang kuat, lokasi yang strategis, feature produk, didukung oleh marketing-marketing yang professional.
b. Environment : unsur persaingan yang sehat peran serta konsumen dan pemasok yang partial, investor dan kebijakan pemerintah yang mendukung.
Senin, Maret 17, 2008
JADWAL KULIAH SMT GENAP 07/08
atau silahkan klik pada link Website pilihan "Budi Setiawan" Terima Kasih
Kamis, Desember 27, 2007
Sidang Skripsi Smt Ganjil 2007/2008
Sidang Skripsi Smt Ganjil 2007/2008 dilaksanakan secara tertutup mulai September 2007 sampai dengan Desember 2007, dengan komposisi Panitia Sidang Skripsi:
a. 1 orang Ketua Sidang
b. 1 orang Penguji Ahli
c. 1 orang Dosen Pembimbing
Kamis, Desember 06, 2007
Handout Manajemen Produksi
Total Quality Management (TQM)
Dosen: Wawan Hari Subagyo, S.Tp., MMA.
(dalam proses entry gambar, mohon sabar...)
A. Quality (Kualitas)
· karakteristik barang atau jasa yang berkaitan dengan kemampuannya untuk memuaskan keinginan / kebutuhan - user based..
· Kesesuaian barang/jasa dengan spesifikasi - manufacturing based.
· Variabel ketelitian dan keter-ukuran – product based.
Quality à Hasil diidentifikasi keinginan konsumen melalui riset pasar, menterjemahkan karakteristik produk menuju atribut-atribut produk yang spesifik, dan proses manufaktur untuk memastikan bahwa produk telah dibuat dengan teliti sesuai spesifikasi.
B. Arti penting kualitas
· Cost and Market share
· Compani’s reputation
· Product liability
· International implications
C. International Quality Standart
· Japan’s Industrial Standard (JIS) à JIS Z8101-1981 tentang Quality Management.
· Europe ISO 9000 Standard à ISO 9000:2000 tentang Quality Management System
· American Standart à Q90-Q94 tentang Quality Management.
D. Total Quality Management (TQM)
Penerapan kualitas pada seluruh organisasi dari suplier sampai konsumen. Contoh kriteria kualitas pada penerapan Malcom Baldrige Quality Award di USA.
Implementasi TQM menurut E. Deming, ada 14 pasal, yaitu :
1. Create consistency of purpose
2. Lead to promote change
3. Build quality into product; stop depending on inspections to catch problems
4. Build long term relationships based on performance instead of awarding business on the basis of price
5. Continuously improve product, quality and service
6. Start training
7. Emphasize leadership
8. Drive out fear
9. Break down barriers between department
10. Stop haranguing worker
11. Support, help and improve
12. Remove barriers to pride in works
13. Institut a vigorous program of education and self-improvement
14. Put everybody in the company to work on the trasformation
Ada 5 konsep untuk melaksanakan TQM secara efektif,yaitu:
1. Continuous Improvement à never ending improvement of process. Misal konsep :
· Kaizen
· Six Sigma
· Zero Defect
2. Employee Empowerment
Teknik membangun employee empowerment, yaitu : 1) membangun komunikasi dengan seluruh pekerja, 2) terbuka dan memberikan support, 3) Mendelegasikan wewenang kepada pekerja bagian produksi, 4) membangun budaya (sikap mental) organisasi, 5) membentuk gugus kendali mutu / team building.
3. Benchmarking
Meniru perusahaan sejenis lain yang lebih baik dari kita. Langkah-langkah untuk melakukan benchmarking. Yaitu : 1) Menentukan apa yang harus di benchmark
2) Membentuk benchmark team
3) Mengidentifikasi partners benchmark
4) Mengunpulkan dan menganalisa informasi hasil benchmark
5) Implementasi agar sesuai atau melebihi hasil benchmark
4. Just-In-Time
Konsep pengurangan inventori dengan melakukan kontrol pada kualitas dan pembelian, serta pengiriman hanya pada saat proses produksi dilakukan.
5. Knowledge of Tools
Untuk mengefektifkan pelaksanaan TQM, terdapat beberapa teknik / alat statistik yang dapat digunakan, yaitu :
a) Quality Function Deployment (QFD)
Metode untuk menterjemahkan keinginan konsumen menjadi produk yang spesifik
Langkah-langkah dalam membuat QFD, :
i. Identifikasi keinginan konsumen
ii. Identifikasi atribut-atribut barang/jasa (bagaimana produk/jasa agar sesuai dg keinginan)
iii. Hubungkan antara keinginan konsumen dengan bagaimana produk/jasanya
iv. Lakukan evaluasi terhadap kompetensi produk tsb
v. Tetapkan bagaimana menempatkan dalam transformasi proses
b) Taguchi technique
Terdapat 3 konsep dalam teknik taguchi, yaitu : 1) Quality robbust, produksi yang sama secara konsisten. 2) Quality loss function, mengidentifikasi semua biaya karena kualitas rendah, 3) target oriented quality.
c) Pareto chart
Identifikasi kesalahan, masalah dan kerusakan untuk membantu upaya pemecahan masalah.
Contoh :
d) Process chart
Didesain untuk membantu memahami tahapan-tahapan proses dalam aliran aktifitas produksi barang atau jasa. Contoh sbb :
e) Fish bone charts (Diagram sebab akibat)
Untuk membantu mengidentifikasi permasalahan kualitas dan inspeksi. Contoh, sbb :
f) Statictical Process Control (SPC) atau Control Charts
Digunakan untuk memonitor kondisi standard dalam membuat pengukuran-pengukuran dan tindakan korektif terhadap barang atau jasa yang diproduksi. Pola-pola dalam yang terjadi dalam control charts, al :
Rabu, Desember 05, 2007
WEWENANG DAN KEKUASAAN
I. WEWENANG DAN KEKUASAAN
Pengertian pengaruh menurut Scott dan Mitchell adalah merupakan transaksi social, di mana seorang atau sekelompok orang digerakkan oleh seseorang atau sekelompok orang lain untuk melakukan kegiatan sesuai dengan harapan yang mempengaruhi.
Sedangkan kekuasaan didefinisikan sebagai kemampuan untuk mempunyai pengaruh, artinya mempunyai kemampuan untuk mengubah perilaku atau sikap individu-individu lainnya.
Wewenang formal adalah salah satu tipe kekuasaan. Seseorang atau kelompok yang berupaya untuk mempengaruhi dipandang sebagai pihak yang mempunyai hak untuk melakukan sesuatu karena posisi formal dalam suatu organisasi dan sesuai batasan-batasan yang diakui.
Elemen-elemen Proses Mempengaruhi, mencakup 3 (tiga) unsur :
- Orang yang mempengaruhi ( O )
- Metode mempengaruhi ( --- > )
- Orang yang dipengaruhi
Metode-metode Mempengaruhi
Untuk mempengaruhi P, O mempunyai 4 sarana yang diambil dari bentuk kekuasaan yaitu berupa kekuatan fisik, penggunaan sanksi (baik positif atau negatif), keahlian dan karisma (daya tarik).
Hubungan antara Kekuasaan dan Pengaruh
a. Menurut analisis French dan Raven bahwa kekuasaan berdasarkan pada pengaruh, pengaruh berdasarkan pada pengubahan psikologis. Dikatakan bahwa kekuatan suatu kekuasaan yang dimiliki seseorang dalam sistem tertentu adalah kemampuan potensial untuk mengendalikan.
Menurut French-Raven ada 5 (lima) sumber atau basis kekuasaan :
1. Kekuasaan balas jasa (reward power)
2. Kekuasaan paksaan (coercive power)
3. Kekuasaan sah (legitimate power)
4. Kekuasaan ahli (expert power)
5. Kekuasaan panutan (referent power)
b. Analisis Etzioni adalah apa yang dilakukan oleh seseorang untuk orang lain, baik dia suka atau tidak pada apa yang dilakukannya, bukan pada apakah seseorang itu menuruti atau tidak terhadap suatu pengaruh.
c. Sedangkan Robert Nisbet mengartikan wewenang sebagai suatu gagasan sosiologi dan merupakan penerimaan sukarela seseorang akan pengubahan yang dilakukan oleh para pemimpinnya, walau di lain pihak kekuasaan merupakan paksaan.
Kekuasaan dalam Organisasi
Menurut David McClelland bahwa kekuasaan dalam organisasi terdiri dari sisi negative dan sisi positif. Sisi negatif biasanya diartikan bahwa memiliki kekuasaan di atas orang lain, biasanya orang yang merasa dirugikan akan cenderung menentang atau menjadi pasif. Sedangkan sisi positifnya ditekankan pada pencapaian tujuan organisasi, orang yang mempunyai kekuasaan mampu mempengaruhi orang lain demi kemajuan organisasi bukan bagi kekuasaan dirinya.
Para manajer juga harus menyadari bahwa kekuasaan bukan hanya dimiliki oleh mereka melainkan di tingkat bawah para anggota organisasi juga mempunyai kekuasaan informal yang cukup besar yang didasari oleh pengetahuan, keterampilan atau sumber daya yang mereka miliki.
Seorang manajer tidak hanya menerima dan memahami kekuasaan sebagai suatu bagian integral pekerjaannya tetapi juga harus memahami bagaimana menggunakan kekuasaan tersebut, bukan menyalahgunakannya.
II. WEWENANG DAN PENGARUH
A. Wewenang dan Legitimasi
Menurut analisis klasik yang dilakukan oleh Max Weber, bahwa wewenang yang dilegitimasi merupakan syarat utama untuk memperoleh pengakuan dan motivasi orang-orang dalam organisasi.
Ada 3 (tiga) landasan yang diperlukan untuk legalisasi wewenang yatitu: tradisi, karisma dan rsional.
B. Basis Wewenang Formal
Ada dua pandangan utama, yaitu:
- Pandangan klasik (top down theory)
Bahwa wewenang berasal dari tingkatan masyarakat yang paling tinggi dan kemudian secara hukum diturunkan dari tingkat ke tingkat.
- Pandangan Penerimaan (consent theory of authority)
Bahwa tidak semua aturan atau perintah sah ditaati dalam semua keadaan, titik kuncinya ada pada penerima (receiver) yang memutuskan menerima atau menolak, walaupun pada kenyataannya hampir semua wewenang formal diterima oleh para anggota organisasi.
C. Pengaruh dan Efektivitas Organisasional
Agar efektivitas organisasional dapat tercapai harus ada system pengendalian organisasi yang dapat mempengaruhi perilaku para anggotanya dengan menggunakan berbagai teknik/sarana.
James L. Price mengemukakan beberapa teknik, antara lain :
- Sanksi-sanksi
- Skala kontribusi
- Kerja kelompok
- Norma atau kebijaksanaan
- Sosialisasi dan akulturasi
- Komunikasi vertikal dan horizontal
Beberapa teknik tersebut di atas tidak dapat diterapkan secara umum, melainkan tergantung pada ketepatan situasional.
D. Proses Mempengaruhi dalam Praktek
Ada 3 (tiga) unsur yang perlu dipertimbangkan dalam proses mempengaruhi orang lain yaitu: kita sendiri, orang yang akan dipengaruhi dan metode. Selain itu faktor-faktor seperti motivasi dan kemampuan seseorang juga perlu dipertimbangkan.